Perahu Kasih Kapolda NTT, Mengapungkan Harapan Anak Pesisir yang Terisolir

Rote Ndao, NTT

Di bawah langit cerah Pelabuhan Rakyat Bokroulean, Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Selasa (7/4/2026), terjalinlah sebuah ikatan kasih sayang yang mempersatukan hati.

Laut yang selama ini menjadi tantangan alam, kini menjadi jalan cerita baru yang penuh harapan bagi putra-putri pesisir.

Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., hadir bukan hanya sebagai pemimpin, melainkan sebagai saudara yang membawa solusi.

Didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono, serta jajaran pejabat dan tokoh masyarakat, kehadiran mereka disambut dengan senyum tulus dan doa yang tulus.

“Laut Tidak Boleh Memisahkan Kita dari Masa Depan”

Dengan penuh keikhlasan, Kapolda menyerahkan enam unit perahu bagi siswa di Dusun Airani, Desa Tenalai.

Perahu-perahu ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol ketegasan bahwa alam tidak boleh menjadi penghalang bagi ilmu pengetahuan. Ia adalah jembatan hidup yang akan mengapungkan mimpi-mimpi kecil menuju gerbang masa depan.

“Kami mengerti beratnya perjuangan kalian setiap hari. Lautan luas tidak boleh menjadi tembok yang mengurung cita-cita. Anak-anak harus terus melangkah ke sekolah, belajar dengan giat, dan kelak menjadi penerang bagi keluarga dan daerah ini,” ucap Kapolda menatap wajah polos anak-anak di hadapannya.

Kini, ombak dan jarak bukan lagi alasan untuk berhenti belajar. Perahu ini akan menjadi kawan setia yang mengantar langkah kecil mereka dengan aman dan penuh keyakinan.

Kepala Desa Tenalai, Pildas B Oan, yang turut hadir dan menyaksikan momen bersejarah ini, tak kuasa menahan haru. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam mewakili seluruh warga desanya.

“Selama bertahun-tahun, kami hanya bisa pasrah melihat anak-anak berjuang menyeberang dengan alat seadanya, bahkan seringkali tertahan ombak dan cuaca yang tidak menentu. Setiap pagi dan sore, rasa cemas selalu menghantui pikiran kami sebagai orang tua dan pemimpin desa,” ungkap Pildas.

“Hari ini, rasa cemas itu berubah menjadi keyakinan dan harapan yang besar. Bantuan perahu ini adalah anugerah terindah, bukan hanya kayu yang mengapung di air, tapi adalah masa depan bagi anak-anak kami. Terima kasih Kapolda NTT, Bapak benar-benar hadir mendengar suara kami di ujung desa, dan memberikan solusi yang nyata bagi kehidupan kami,” imbuhnya.

Kepedulian yang diberikan begitu utuh dan menyentuh setiap lapisan masyarakat. Selain perahu, diserahkan pula 32 paket perlengkapan sekolah berisi tas, buku tulis, dan tumbler.

Bantuan itu diberikan kepada, 21 siswa SD dan 11 siswa SMP sebagai  bekal baru untuk menggali ilmu dengan semangat yang membara.

Tidak kalah penting, kepedulian juga diulurkan kepada para orang tua yang bekerja keras menghidupi keluarga.

Sebanyak 47 paket sembako diserahkan sebagai bentuk dukungan nyata, agar beban kehidupan sehari-hari sedikit terangkat dan lebih ringan untuk dipikul.

Suasana berubah menjadi sangat mengharukan dan membahagiakan ketika beberapa anak dengan wajah berseri-seri langsung menaiki perahu baru mereka.

Diiringi senyum bangga orang tua dan pendampingan aparat, perahu-perahu itu pun bergerak membelah  birunya lautan.

Tawa ceria anak-anak menjadi musik terindah yang menyatukan semua hati di Pelabuhan Rakyat Bokroulean

“Air mata kami bercampur bahagia. Selama ini kami resah memikirkan anak-anak menyeberang, kini hati kami tenang. Terima kasih banyak atas bantuan yang luar biasa ini, ini adalah anugerah terindah bagi desa kami,” ucap salah seorang warga dengan mata berkaca-kaca, mewakili ribuan rasa syukur masyarakat Landu Leko.

Kehadiran Polri dan Bhayangkari hari ini membuktikan, bahwa di tengah luasnya lautan dan jauhnya pelosok negeri, kasih sayang dan kepedulian akan selalu sampai untuk menjemput setiap mimpi yang ingin terbang tinggi.

Penulis : Nyongki Malelak

Bagikan: