Soal Obat Kedaluwarsa Berlimpah di Rote, Warganet Minta Diusut Proses Pengadaan

Rote Ndao, NTT

Entah karena pengadaan obat tanpa perencanaan yang baik sehingga obat sangat berlimpah atau masyarakat Rote Ndao jarang sakit sehingga obat tidak terpakai habis dan kedaluwarsa?

Begitulah pertanyaan warganet yang bersiliweran di media sosial ketika Bupati Rote Ndao melakukan ispeksi mendadak (Sidak) dan menemukan banyak Obat Kedaluwarsa di hampir semua puskesmas.

Temuan obat yang sudah habis masa berlaku atau kedaluwarsa itu membuat masyarakat Rote Ndao cemas. Pasalnya, persoalan obat sangat berisiko pada nyawa manusia.

Untuk itu, hampir semua masyarakat Rote Ndao menanggapi serius temuan Bupati tersebut.

“Ini yang namanya pembunuhan pasien tanpa rasa bersalah,” ungkap akus facebook Ronbi Gcr.

“Untung pak Bupati trn lapangan kalau tdk masyarakat diracuni dgn obt yg sdh hbs masa, Tuher e,” akun Ndolu Helena menimpali.

“Nanti pasian su tiba tiba meninggal  baru blng penyakit padahal ada udang di balik batu,” pungkas akun Ance Dopong.

Selain komentar yang menyayangkan kegagalan dinas kesehatan mengelola fasilitas dan obat – obatan sehingga terdapat banyak obat yang kedaluwarsa, tetapi ada sejumlah cuitan yang mengkritisi proses perencanaan hingga pengadaan obat yang diduga ada permainan.

“Tentu sebelum pengadaan obat didahului dengan perencanaan. Apakah tidak ada kajian soal kebutuhan obat dan masa berlaku,” ungkap seorang warganet dengan akun anonim.

Menurutnya, ada dugaan permainan kotor dalam proses pengadaan obat sehingga berakibat pada banyaknya obat yang expire.

“Saya menduga obat yg dibeli sudah hampir habis masa berlaku, mungkin sisa 1 tahun masa berlaku, sehingga harga lebih murah dan banyak untungnya,” pungkasnya.

Oleh karena itu, warganet meminta agar Bupati Rote Ndao menindaklanjuti hasil temuan dengan melakukan pemeriksaan mendalam mulai dari perencanaan, pengadaan obat hingga sostem manajemen dan birokrasi pada dinas kesehatan.

“Ini harus diusut karena menyangkut nyawa manusia. Selain itu tentu terjadi kerugian negara yang tidak sedikit,” tutupnya. (MBN01)

Bagikan: