One Milion Worship Menggema di Rote Ndao, Ribuan Warga Berdoa Bagi Masa Depan Bangsa

Rote Ndao, NTT

Yayasan Karpet Keajaiban Indonesia berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar doa bersama satu juta penyembahan atau One Milion Worship untuk Indonesia di halaman rumah jabatan Bupati Rote Ndao, Minggu (7/6/2026)

Kegiatan One Million Worship ini menjadi bukti bahwa ketika kekuatan dunia tampak melemah, kekuatan rohani justru bangkit, di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur, doa yang sama terpanjat di 5 titik strategis. Rote Ndao, Kota Kupang, Atambua, Alor dan Sumba Timur.

Gerakan ini juga dilaksanakan di 200 titik yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia.

Pembicara pada kegiatan tersebut, Rolis Firman, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap Bangsa Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja saat ini.

“Yang mendasar dari kegiatan ini yaitu acara satu juta penyembahan buat Tuhan, untuk membawa bangsa Indonesia di hadapan Tuhan adalah karena kita melihat kondisi bangsa hari-hari ini yang bisa dibilang tidak jelas, kemudian kita melihat bahwa kurs dollar sudah mencapai Rp 18.000, bahkan ada banyak hal yang lain, kondisi dunia juga perang, harga-harga semua naik yang berdampak pada perekonomian tidak tentu, belum lagi masalah pangan, masalah kemiskinan, masalah ekonomi, dan masalah-masalah yang lain” ungkap Rolis.

Rolis juga menjelaskan bahwa, terpilihnya Rote menjadi salah satu tempat digelarnya kegiatan tersebut karena Rote merupakan pulau terselatan Indonesia yang memiliki peran penting untuk Bangsa Indonesia.

“Kita tahu bersama bahwa, Rote ini bagian paling selatan dari pada Indonesia, artinya bahwa Rote memegang peranan yang sangat penting. Kita tahu bahwa Rote ini juga memegang perjanjian yang banyak sekali, janji akan lawatan, khususnya NTT, kita tahu bahwa di NTT pernah terjadi mukjizat yang luar biasa, NTT juga adalah kantung kristen, jadi di tempat ini, sebagai orang kristen, kita harus bersatu, bergandengan tangan dan berdoa bagi bangsa kita” jelas Rolis.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa, kegiatan tersebut juga diikuti oleh oikumene dari berbagai denominasi gereja di Kabupaten Rote Ndao.

“Puji Tuhan, karena ini momennya Tuhan maka semua gereja-gereja ikut, dari semua denominasi, ini merupakan sebuah oikumene yang besar. Saya percaya, pada waktu gereja-gereja bersatu maka pemulihan, lawatan pasti terjadi bagi bangsa kita” jelas Rolis.

Rolis berharap, kegiatan tersebut terus dilakukan demi kebaikan Bangsa Indonesia, ia mengajak seluruh umat Kristen di Indonesia, khususnya kabupaten Rote Ndao untuk terus menaikan doa kepada Tuhan untuk Bangsa Indonesia tercinta.

“Saya berharap kita tidak berhenti disini, ini menjadi titik awal bulan akhir. Saya berharap, kita sebagai orang percaya semakin sering menaikan doa, karena Firman Tuhan berkata “Ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu” dan saya berharap mulai hari ini, setiap hari” jelas Rolis

“kita sebagai gereja-gereja, sebagai orang percaya, kita berdoa dan ketuk terus, maka saya percaya janji Tuhan akan lawatan terbesar untuk Indonesia pasti terjadi. Karena jika Tuhan sudah melawat, Tuhan pasti memulihkan aspek ekonomi, aspek keluarga, aspek pendidikan, aspek pemerintahan, semua aspek pasti dipulihkan” tambahnya.

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menjelaskan bahwa, suatu kehormatan besar terpilihnya Rote Ndao sebagai salah satu kabupaten yang kemudian mendoakan bangsa Indonesia secara keseluruhan buat pemerintah, buat kondisi ekonomi, buat NTT, dan juga Rote Ndao.

“Oleh karena itu tadi kita mengundang seluruh denominasi gereja, seluruh hamba Tuhan, ada juga yang datang dari Jakarta, dari Bekasi, dan lain-lain untuk kemudian kita sama-sama menaikkan doa kepada Tuhan, kita minta supaya Indonesia dilindungi dari krisis, Indonesia secara ekonomi bisa tetap aman dan tidak terjadi peristiwa-peristiwa seperti kejadian 1998” jelas Paulus.

Paulus menekankan bahwa, kondisi ekonomi Indonesia hingga saat ini  sebenarnya dari sisi lajur pertumbuhan ekonomi masih jauh lebih baik. Tidak hanya itu, belanja dalam negeri, domestik juga baik.

“Oleh karena itu kita berharap dengan kita menaikan doa, kita meminta pertolongan dari Tuhan, mudah-mudahan bangsa kita terhindarkan dari krisis-krisis ekonomi atau krisis lainnya yang kemudian bisa menimbulkan multi potensi krisis di berbagai sektor” pungkas Paulus.

Hadir dalam kegiatan tersebut terdapat berbagai denominasi gereja seperti GMIT, GBI, GBIS, GSJA, GPdI, GMI, GPPS, GKII, dan gereja-gereja lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada harmoni di antara masyarakat dengan gereja dan gereja-gereja dari berbagai denominasi bisa bersatu untuk mendoakan bangsa ini.

Penulis : Roman Malelak

Bagikan: