Rote Ndao, NTT
Di tengah rintik hujan yang membasahi tanah Rote sejak subuh, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Jumat pagi (22/5/2026). Dia mencatat sejarah sebagai pemimpin nomor dua pertama yang menapakkan kaki di titik paling selatan Indonesia.
Pukul 07.15 Wita, helikopter kepresidenan mendarat di Lapangan Bola Kaki Kolifai, dikawal ketat TNI. Di sana, Gubernur NTT Melki Laka Lena, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, serta pimpinan daerah telah menanti untuk menyambut kedatangannya.
Hujan tak meredupkan hangatnya sambutan warga. Ratusan orang berdesakan, meneriakkan sapaan akrab—“Pak Wapres! Mas Wapres.
Tanpa ragu, Gibran mendekati kerumunan, menjabat tangan, dan menyapa satu per satu, seolah air hujan bukan penghalang untuk mendekat ke rakyatnya.
Bagi Endang Sidin, warga yang sudah menunggu sejak dini hari, momen ini adalah anugerah. “Belum pernah ada wakil presiden datang ke sini. Ini sejarah yang tak akan kami lupakan seumur hidup,” ucapnya haru.
“Mas Wapres aslinya lebih ganteng dari fotonya. Tangannya halus dan lembut sekali,” imbuh Endang.
Sunarti Lahoya pun tak kuasa menahan rasa syukur. “Hujan lebat pun beliau tetap datang. Ini bukti kami tak dilupakan negara. Semoga beliau selalu sehat dan panjang umur,” doanya tulus.
Usai menyapa masyarakat desa Papela Wapres Gibran menalnjutkan kunjungan ke Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Timur dan Landu Leko. Di sana, Gibran melihat langsung potensi besar daerah ini, berdialog dengan warga, dan membawa pesan sederhana namun bermakna: perhatian negara hadir hingga ke ujung nusantara, membawa harapan baru bagi kesejahteraan tanah Rote.
Penulis : Nyongky