Dipulangkan Saat Masih Kritis, Pasien Darurat Puskesmas Oele – Rote Meninggal Dunia

Keluarga tangisi kepergian Yosias Daepanie dan meminta keadilan atas kematian yang diduga karena kelalaian pelayanan kesehatan

Rote Ndao, NTT

Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Daepanie, di desa Daleholu, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, pada Selasa (31/3/2026), malam.

Seorang bapak bernama Yosias Daepanie meninggal dunia hanya beberapa jam setelah dipulangkan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Oele meskipun kondisinya masih sangat kritis.

Kematian yang begitu mendadak membuat keluarga dan masyarakat sekitar merasakan duka yang mendalam, sekaligus geram karena merasa telah dibiarkan oleh fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi tempat perlindungan.

“Dia bahkan tidak bisa berdiri sendiri, tapi kami diminta bawa pulang”

Cerita penuh air mata disampaikan Yulius Lusi, maneleo Oefapa, yang ikut menyertai perjalanan membawa Yosias ke puskesmas.

Menurut Yulius, sekitar pukul 15.00 Wita, Yosias (almarhum) dibaya ke Puskesmas Oele karena keluhan sakit di kepala dan nyeri di perut yang membuatnya tidak berdaya.

Saat itu pasien diterima oleh tenaga kesehatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setelah melakukan pemeriksaan dasar, pasien diberi cairan diinfus dan obat, sedangkan keluarga dan kerabat dekat tetap menunggu di depan ruang IGD.

Setelah beberapa jam terbaring di ruang IGD, tenaga kesehatan yang bertugas malam itu meminta keluarga untuk membawa pulang pasien.

“Bawa pulang sudah, dia sudah baik,” kata Julius menirukan pernyataan nakes.

Saat itu, pasien sebenarnya masih kritis karena belum bisa turun sendiri dari tempat tidur di IGD. Namun, perawat yang berjaga tetap meyakinkan keluarga bahwa kondisi pasien sudah tidak berbahaya lagi sehingga udah bisa langsung dibawa pulang.

Saat itu keluarga sebenarnya masih ragu untuk membawa pulang pasien, namun karena sudah diminta pulang oleh petugas maka keluarga pun membawa pulang pasien.

“Beliau (Pasien) tidak bisa turun dari tempat tidur, jadi anaknya (Maksi Daepanie) membantu menurunkannya,” ungkap Julius.

Pasien kemudian dibopong keluar dari ruang IGD untuk dibawa pulang. Tepat di pintu keluar ruangan, pasien jatuh tersungkur.

“Bapa Adrianus Yohanis langsung tanya ke petugas, bagaimana ini, bapa tua (pasien) punya keadaan begini katong (kami) bisa bawa pulang ko,” imbuhnya.

Namun, kata Julius, petugas kesehatan tetap meyakinkan keluarga bahwa kondisi pasien sudah baik dan aman.

“Bawa pulang sudah karena sudah baik ini, pi kasi dia makan kinyang karena su baik,” ujar Julius menirukan kalimat petugas kesehatan.

Pasien kemudian dibawa pulang oleh keluarga menggunakan sepeda motor.

Setelah tiba di pintu gerbang, pasien sempat muntah – muntah sebelum masuk ke dalam rumah.

Melihat kondisi pasien yang masih kritis, keluarga tidak pulang ke rumah masing – masing.

“Sekitar jam 11 malam, beliau mulai gelisah dan akhirnya meninggal dunia,” jelas Julius.

Julius mengaku sangat kecewa dengan pelayanan puskesmas Oele, karena memulangkan saudara mereka yang masih kritis dengan alasan sudah membaik dan tidak berbahaya lagi.

“Katong (kami) keluarga sangat kecewa dengan pelayanan petugas kesehatan puskesmas Oele. Kami sangat tidak puas. Saudara Kami disuruh pulang karena katanya sudah baik tapi ternyata kami sampai rumah langsung beberapa saat meninggal,” ujar Julius sambil meneteskan air mata.

“Kami minta pemerintah segera tindaklanjuti persoalan ini agar tidak ada lagi korban berikutnya,” tambah Julius dengan suara bergetar.

Senada, Ananias Adu, Maneleo Kiukanan, menjelaskan almarhum Yosias Daepanie sempat jatuh di depan pintu keluar IGD saat hendak dibawa pulang.

“Saat itu saya bilang ke perugas, Kondisi begini belum bisa dibawa pulang ini, tetapi ibu yang bertugas malam itu katakan dia (pasien) sudah baik itu, pulang supaya pi dia makan dulu,” jelas Ananias.

Kendati sempat bertahan untuk tidak membawa pasien pulang, namun tidak bisa karena petugas kesehatan yang berjaga malam itu juga berkeras bahwa pasien sudah sembuh dan sudah boleh pulang.

“Kami keluarga sangat kecewa, kami minta bapak Bupati menindak tegas para petugas kesehatan yang bertugas malam itu, apakah Standar pelayanan kesehatan seperti itu,” tegas Ananias.

Dia menegaskan, jika tidak ada tindakan tegas yang diambil oleh pemerintah maka pihaknya tidak segan – segan menyegel puskesmas Oele.

“Kalau tidak ada tindak lanjut, kami segel Puskesmas. Ini bukan baru pernah tapi sudah berulang – ulang kelalaian petugas di puskesmas Oele,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, Maria Isabela, SKM., MPH., saat dikonfirmasi di rumah duka, Kamis (2/4/2026) malam, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pasien puskesmas Oele, Yosias Daepanie.

“Kami datang ke sini untuk menyampaikan rasa turut berduka cita kepada keluarga atas meninggalnya bapak kekasih ini,” ungkapnya.

Terkait polemik kematian almarhum Yosias Daepanie, Dia menjelaskan pihaknya sudah memanggil kepala Puskesmas dan stafnya.

“Dari sisi kami dinas kesehatan, tadi  kami sudah memanggil kepala puskesmas dan timnya untuk melihat kronologis permasalahannya seperti apa,” jelas Maria.

Selain meminta klarifikasi dari kepala puskesmas dan stafnya, kepala dinas mengatakan kehadirannya di tengah keluarga duka untuk mendengar langsung kronologis dari keluarga.

“Kita juga tadi langsung mendengarkan dari keluarga dan kami akan laporkan kepada pimpinan,” jelasnya.

Kepala dinas juga menerangkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi pelayanan tenaga kesehatan, mulai dari sisi ketenagaan, peralatan, sarana prasarana.

“Kita akan mengingatkan kepada semua tenaga kesehatan untuk memperhatikan pelayanan dan memprioritaskan keselamatan pasien,” ungkap Plt Kadis.

Terkait, para petugas kesehatan yang bertugas saat kejadian, Maria Isabela menjelaskan bahwa semuanya sudah dipanggil untuk klarifikasi namun masih menunggu laporan kronologis secara tertulis.

“Yang bertugas sudah saya panggil, dan kita menunggu laporan kronologis secara tertulis dari mereka. Nanti kita lihat, kalau memang ada pelanggaran disiplin pastinya akan ada tindak lanjut,” jelasnya.

Plt Kepala dinas mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membangun narasi – narasi yang sifatnya provokatif di media sosial.

“Kita mesti memberikan informasi – informasi positif yang bermanfaat untuk masyarakat dan untuk kita dari sisi tenaga kesehatan juga,” pungkasnya.

Dia berkomintmen, ke depan pelayanan kesehatan akan lebih baik lagi dengan memperhatikan standar – standar pelayanan kesehatan yang baik pula.

Penulis : Roman Malelak

Editor : Nyongky

Bagikan: