BBM Masuk 180 KL, Listrik Belum Bisa Normal, PLN Mohon Maaf

Rote Ndao, NTT

Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rote Ndao, Yohanes Fernandes Lay, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan ULP PLN Rote Ndao atas pemadaman listrik bergilir yang dilakukan.

“Saya mohon maaf kepada seluruh pelanggan PLN ULP Rote Ndao, untuk kondisi saat ini, masih dilakukan pemadaman, namun dengan durasi yang lebih sedikit dan tidak separah hari sebelumnya,” ungkap Yohanes.

Yohanes menjelaskan bahwa saat ini Kapal Negara (KN) Nipa milik Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Kupang telah berlabuh di pelabuhan laut Pantai Baru dengan membawa BBM sebanyak 180 kilo liter dan sedang dilakukan proses bongkar untuk didistribusikan ke penampungan milik PLN Rote Ndao.

Namun, dengan operasi pembangkit full 24 jam, estimasi daya tahan BBM cuma ± 4,5 hari dengan kebutuhan BBM untuk Sistem Rote ± 40.000 liter per hari.

“Saat ini BBM sebanyak 180 KL telah tiba di Rote dan sedang dalam proses bongkar di Pelabuhan Pantai Baru. Namun, dengan operasi pembangkit full 24 jam, estimasi daya tahan BBM hanya ± 4,5 hari dengan kalkulasi kebutuhan BBM untuk Sistem Rote ± 40.000 liter per hari,” jelas Yohanes.

Yohanes menambahkan, pemadaman bergilir akan dihentikan apabila pihaknya sudah mendapat kepastian ijin berlayar kapal BBM milik PLN yang estimasinya akan berangkat 30 Januari 2026 mendatang.

“Terkait pembebanan,kami merekomendasikan beban 100% hanya dilakukan jika sudah ada kepastian kapal pengangkut BBM 500 KL dapat berlayar, dengan estimasi keberangkatan 30 Januari 2026” tambahnya.

Yohanes juga menyampaikan terima kasih atas pengertian seluruh masyarakat Pelanggan PLN ULP Rote Ndao.

Penulis : Roman Malelak

Bagikan: