Rote Ndao, NTT
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak akan sangat bergantung pada progres pemekaran desa yang saat ini tengah berjalan.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Ronald Taulo, kepada metrobuana-news.com, Senin (30/3/2026) menjelaskan bahwa, pemilihan Kepala Desa akan dilaksanakan setelah menuntaskan status administrasi 22 desa persiapan di Rote Ndao
“Kita dahulukan pemekaran desa. Setelah status desa persiapan resmi menjadi desa definitif, baru dilaksanakan sekaligus Pilkades,” ujar Ronald.
Ia menjelaskan, langkah ini diambil agar desa-desa hasil pemekaran dapat memiliki kepala desa definitif secara bersamaan dengan desa induk maupun desa lainnya dalam satu gelombang Pilkades serentak.
Namun menurut Ronald, kepastian jadwal pelaksanaan kini berada di tangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Jika Kemendagri menerbitkan kode desa atau menetapkan status desa definitif sebelum bulan Juni mendatang, maka Pilkades serentak masih berpeluang besar dilaksanakan dalam tahun ini.
“Tergantung dari penetapan desa definitif oleh Kemendagri. Jika ditetapkan di bulan Juni, kemungkinan bisa Pilkades dalam tahun ini,” tambahnya.
Ia menambahkan, jika penetapan tersebut melampaui bulan Juni, maka kemungkinan besar pelaksanaan Pilkades akan ditunda.
Hal ini disebabkan oleh keterbatasan waktu untuk melakukan tahapan persiapan, pemutakhiran data pemilih, hingga proses logistik yang membutuhkan waktu tidak sedikit.
“Tapi kalau lewat bulan Juni, maka waktu tidak cukup untuk persiapan dan lain-lain,” pungkas Ronald.
Masyarakat diharapkan bersabar menunggu proses administrasi di tingkat pusat agar pelaksanaan Pilkades nantinya dapat berjalan lancar dan mencakup seluruh desa yang ada di Rote Ndao.
Penulis : Roman Malelak