Rote Ndao, NTT
Di ujung selatan bumi Nusantara, di mana lautan luas menghadap daratan yang terpencil, ada sosok yang setiap hari mengukir cerita kebaikan dengan langkah-langkahnya yang penuh tekad dan cinta.
Semardiana Neno, dara manis asal negeri cendana wangi yang akrab disapa Diana, bukan sekadar bidan di Puskesmas Sonimanu. Dia adalah jembatan harapan yang menghubungkan anak-anak Kecamatan Pantai Baru bagian Selatan dengan perlindungan kesehatan yang menjadi hak mereka sebagai bagian dari negeri ini.
Setiap pagi, ketika embun masih menutupi rerumputan dan sinar matahari baru mulai menari diatas pepohonan, Diana sudah siap menebar kabaikan.
Jalan yang dia tempuh bukanlah jalan yang mulus, namun berlubang seperti luka yang tak kunjung sembuh.
Kerikil tajam yang mengiris alas kaki bahkan ketika dia sudah berhati-hati, hingga medan terjal yang membuat setiap langkah harus dihitung dengan cermat.
“Kadang saya berjalan sendirian, kadang bersama kader dan bidan desa,” kata Diana dengan nada tenang, seolah cerita itu bukanlah kesusahan melainkan bagian dari hidupnya yang mesti dijalani.
Ketika kendaraan tak bisa melangkah lebih jauh, dia hanya menyandarkan tas ranselnya dengan hati-hati, lalu melanjutkan perjalanan dengan kaki telanjang atau alas kaki yang sudah aus akibat sering menginjak medan kasar. Setiap langkahnya adalah komitmen untuk menjangkau setiap anak yang mungkin terlupakan di pelosok desa.
Tak hanya medan yang menjadi ujian. Kadang, tembok keraguan yang dibangun oleh orang tua menjadi tantangan yang lebih berat dari jalan yang rusak.
Banyak yang khawatir dengan efek samping imunisasi, ada juga yang mengira perlindungan ini tidak terlalu penting di tengah kesibukan sehari-hari.
“Minimnya pengetahuan orang tua tentang imunisasi sehingga masih ada orang tua yang menolak untuk melakukan imunisasi,” ungkap Diana.
“Saya tidak langsung berbicara tentang imunisasi. Saya mencoba mendengarkan keluhannya, dan kemudian dengan lembut menjelaskan bahwa setiap vaksin yang kami bawa adalah upaya untuk menjaga agar anak – anak terhindar dari sejumlah penyakit mematikan, dan akhirnya orang tua ini paham sehingga bersedia anaknya divaksin,” imbuh Diana.
Diana menghabiskan waktu berjam-jam di rumah-rumah masyarakat, tidak hanya memberikan edukasi tentang pentingnya imunisasi, tapi juga berbagi tips merawat anak, membantu menyusun makanan bergizi, atau hanya menjadi teman cerita bagi mereka yang merasa terisolasi di daerah terpencil.
Tas Ransel yang Mengandung Masa Depan
Di dalam tas ransel yang selalu menyertainya, yang warnanya sudah memudar akibat sering terkena hujan dan panas matahari, tersimpan lebih dari sekadar vaksin dan alat kesehatan.
Setiap ampul vaksin yang dia jaga dengan hati-hati adalah janji untuk melindungi setiap tawa anak, setiap langkah kecil mereka menuju masa depan yang lebih baik.
Hingga kini, sebanyak 76 anak di wilayah layanan Puskesmas Sonimanu telah merasakan sentuhan kasihnya.
“Saat saya melihat mereka tersenyum saat saya datang, atau ketika orang tua yang dulu menolak kini dengan senang hati membawa anaknya ke posyandu, adalah hadiah terindah yang tak bisa dibandingkan dengan apa pun,” ujar Diana dengan senyum yang manis, mencerminkan cahaya matahari di wajahnya.
Dia berharap, suatu hari nanti jalan-jalan di Pantai Baru Selatan akan menjadi lebih baik. Tidak hanya untuk memudahkan perjalanannya, tapi agar setiap anak di sini bisa dengan leluasa mendapatkan akses layanan kesehatan yang mereka butuhkan, karena setiap anak layak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sehat dan bahagia.
Penulis : Roman Malelak