Rote Ndao, NTT
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Rote Ndao sukses menyelenggarakan Festival Literasi, sebuah gerakan indah untuk membumikan budaya baca di tengah masyarakat. Keindahan kata dan kekayaan budaya bersatu dalam satu panggung megah.
Festival literasi berlangsung selama satu minggu penuh, tepatnya dari tanggal 23 April hingga 29 April 2026, menjadi perayaan ilmu pengetahuan yang didukung penuh oleh dunia seni dan pendidikan.
Empat sanggar seni terbaik turut mewarnai acara, yakni Sanggar SMA Negeri 1 Lobalain, SMA Negeri Kristen Siloam Ba’a, SMP Mother Gresia Ba’a, serta SMP Satu Atap Batulai. Mereka hadir membawakan pertunjukan yang kental dengan kearifan lokal, menjadi jembatan indah antara tradisi dan modernitas.
Suasana terasa begitu hangat dan penuh semangat dengan kehadiran total 750 orang audiens. Dari jumlah tersebut, sebanyak 550 orang adalah peserta didik yang menjadi agen perubahan masa depan, serta 150 orang dari lapisan masyarakat umum.
Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa minat terhadap dunia literasi mulai tumbuh subur dan mekar di bumi ti’ilangga.
Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan, Fola Panie, menjelaskan tujuan mulia dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kecintaan pada buku, meningkatkan minat baca, serta memperkuat kemampuan literasi. Semua ini merupakan langkah berkelanjutan untuk mewujudkan visi besar “Rote Ndao Cerdas” yang digagas oleh Bupati Rote Ndao.
“Harapan kita, melalui festival literasi ini, dapat tumbuh kesadaran kolektif untuk gemar membaca. Kami mengajak seluruh masyarakat dan siswa-siswi untuk lebih aktif membuka buku, demi terciptanya perubahan-perubahan positif dalam pola pikir dan pengetahuan,” jelasnya.
Lebih jauh, Fola Panie menegaskan bahwa visi dan misi Bapak Bupati menjadi sumber inspirasi yang besar.
“Kita berpegang teguh pada visi misi Bapak Bupati yang telah disampaikan. Hal itu menjadi motivasi kuat bagi kita semua agar semakin giat membaca, sebagai kunci utama untuk mengubah dan meningkatkan taraf hidup pendidikan di daerah kita tercinta,” pungkasnya.
Penulis : Roman Malelak