Rote Ndao, NTT
Guntur Bartels berkilah jika pihaknya tidak melakukan pungutan liar dengan mencatut nama institusi kepolisian maupun wartawan. Namun Ia justru mengakui telah telah mengumpulkan lebih dari Rp40.juta dari sejumlah pemilik stan Pameran Pembangunan dan Expo UMKM untuk membiayai kebutuhan operasional kegiatan yang seharusnya sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
Klarifikasi ini disampaikan Guntur saat dikonfirmasi awak media di Stand Pers Rote Ndao, Sabtu (8/8/2026) pukul 23.32 Wita.
Ia menegaskan tidak pernah menyebutkan uang tersebut akan diserahkan kepada Sat Reskrim, Sat Intelkam, Polsek Lobalain, maupun insan pers.
“Saya tidak pernah menyebutkan sepeser pun uang ini untuk kepolisian atau wartawan. Tuduhan itu tidak benar,” tegas Guntur.
Guntur menjelaskan bahwa pungutan yang dilakukan bermula dari rapat bersama di Ruang TBUPP Pemda Rote Ndao sebelum pameran dibuka.
Di hadapan para peserta, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Asisten I Pemkab Rote Ndao, Petson Soleman Hangge, S.Sos., menyampaikan hal yang mencengangkan yakni pemerintah daerah tidak memiliki anggaran untuk membiayai kebutuhan dasar pameran.
Kebutuhan yang dimaksud bukan hal mewah, melainkan hal-hal yang mutlak diperlukan: penyewaan tata cahaya, sistem suara, pasokan listrik PLN, hingga hadiah hiburan. Karena tidak ada anggaran, maka solusinya dibebankan kepada peserta. Sekitar 22 peserta yang terdaftar menyatakan bersedia membantu secara sukarela.
Menurut Guntur, besaran pungutan yang dipungut ditetapkan berdasarkan jenis usaha, yakni pemilik stan permainan ketangkasan Rp1.500.000, dan pemilik stan arisan berhadiah Rp5.200.000.
Guntur mengaku dipercaya sebagai koordinator untuk memungut dana tersebut dari para pelaku usaha.
Dana yang terkumpul mencapai lebih dari Rp40 juta. (Tim)