Vincent Mone Buka Musancab PKB Rote Ndao, 22 Calon dari 11 Kecamatan Bersaing

Rote Ndao, NTT

Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Rote Ndao resmi menyelenggarakan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Hotel Asa Resort, Rote Ndao. Kegiatan ini menjadi momentum strategis penguatan struktur dan konsolidasi organisasi partai di tingkat kecamatan.

Kegiatan dibuka langsung oleh Vincent Mone, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB NTT sekaligus Ketua Tim Pembentukan Kepengurusan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) DPW PKB NTT.

Turut hadir jajaran pimpinan DPC PKB Rote Ndao, Ketua, Sekretaris, Bendahara, para Wakil Ketua, serta Wakil Sekretaris, Ketua dan Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Rote Ndao.

Sebanyak 22 calon Ketua DPAC yang mewakili 11 kecamatan se-Kabupaten Rote Ndao turut serta dalam proses seleksi dan penetapan kepengurusan baru.

Tiga agenda utama menjadi tulang punggung Musancab kali ini: Pemetaan Calon Pengurus DPAC, Uji Kelayakan dan Kepatuhan Calon Ketua DPAC, serta Penetapan dan Rapat Formatur Ketua dan Pengurus DPAC. Vincent Mone menegaskan ketiga tahapan ini bukan sekadar prosedur administratif, melainkan fondasi untuk membangun struktur partai yang kuat, solid, dan berakar di masyarakat.

“Ketiga tahapan ini hendaknya tidak dipahami semata-mata sebagai kegiatan administratif organisasi. Lebih dari itu, ketiganya merupakan bagian tak terpisahkan dari proses membangun struktur organisasi yang kuat, solid, aktif, dan berkomitmen terhadap perjuangan PKB,” ujar Vincent dalam sambutannya.

Ia menekankan posisi Ketua DPAC bukan sekadar jabatan, melainkan bagian penting dari mesin organisasi partai di tingkat kecamatan. Pemimpin yang dicari adalah yang memiliki komitmen, loyalitas, integritas, kemampuan komunikasi, kemampuan membangun konsolidasi, serta kesediaan bekerja bersama seluruh jajaran partai.

“Kita membutuhkan pemimpin organisasi yang tidak hanya hadir ketika ada kepentingan politik tertentu, tetapi mampu menjaga kebersamaan, mengayomi masyarakat, menjaga marwah partai, serta menjalankan keputusan organisasi secara konsisten,” tegasnya.

Proses Uji Kelayakan dan Kepatuhan yang dilaksanakan dipandang sebagai penentu utama kesiapan calon pemimpin. Seluruh proses diharapkan berjalan secara objektif, terbuka, dan bertanggung jawab. Setiap calon diharapkan memberikan jawaban dengan jujur dan menunjukkan kesungguhan untuk mengemban amanah organisasi.

Vincent juga mengingatkan bahwa DPAC merupakan salah satu ujung tombak organisasi partai. Kekuatan partai di tingkat kabupaten sangat dipengaruhi oleh seberapa kokoh struktur organisasi di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan. Oleh karena itu, forum Musancab diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan DPAC yang mampu menjalankan tugas organisasi dengan baik dan benar.

“Perbedaan pandangan dalam proses organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, setelah keputusan organisasi diambil, yang harus kita kedepankan adalah persatuan, solidaritas, dan kepentingan organisasi. Jangan sampai proses penetapan kepengurusan justru menimbulkan perpecahan. Sebaliknya, Musancab harus menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, mempererat komunikasi, dan menyatukan langkah seluruh kader PKB,” jelasnya.

Kepada seluruh calon Ketua DPAC, Vincent berpesan agar mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan sungguh-sungguh. Mari kita membangun DPAC bukan hanya sebagai struktur organisasi di atas kertas, melainkan sebagai organisasi yang hidup, hadir di tengah masyarakat, aktif melakukan konsolidasi, dan mampu menjalankan program-program partai.

Kepada jajaran DPC PKB Kabupaten Rote Ndao, Vincent menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Semoga seluruh proses yang dilaksanakan dalam Musancab ini dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan kepengurusan DPAC yang mampu memperkuat kehadiran organisasi PKB di seluruh Kabupaten Rote Ndao.

Bagikan: