Rote Ndao, NTT
Seorang penumpang KMP Cakalang 2 diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat ke laut saat kapal melintas di perairan Selat Pukuafu, Sabtu (24/10/2026) siang.
Kapolsek Pantai Baru, IPDA Rolli A Ndaong, saat dikonfirmasi media metrobuana-news.com, membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, telah terjadi dugaan percobaan bunuh diri oleh penumpang KMP Cakalang 2. Korban berinisial AL (41) warga Loaholu, Rote Ndao. Alhamdulillah korban berhasil diselamatkan oleh kru kapal dan sudah diserahkan kepada keluarga dalam keadaan sehat,” ujar IPDA Rolli A Ndaong.
IPDA Rolli menjelaskan, kejadian bermula saat KMP Cakalang 2 yang dinahkodai Mahamuddin bertolak dari Pelabuhan Bolok, Kupang pukul 09.02 WITA menuju Pelabuhan ASDP Pantai Baru, Rote Ndao.
Sekitar pukul 11.15 WITA saat kapal berada di Selat Pukuafu, korban yang duduk bersama adik kandungnya, Lifton Loe, tiba-tiba berjalan ke tepi kapal dan melompat ke laut.
Melihat kejadian itu, sang adik berteriak meminta pertolongan. Nakhoda dengan cepat memutar balik kapal menuju titik korban melompat.
“Tiga ABK yang menjadi pahlawan, atas nama Muhamad Mahdi, Andi Muhammad Ardi dan Abdul Said Malawat langsung melompat ke laut dengan membawa lifebuoy dan pelampung. Korban berada di air sekitar 15 menit sebelum berhasil dievakuasi,” jelas IPDA Rolli.
Setelah berhasil dinaikkan ke atas kapal dan mendapat perawatan awal, pelayaran dilanjutkan. Kapal tiba di Pelabuhan Pantai Baru pukul 13.30 WITA. Korban kemudian dievakuasi ke UPTD Puskesmas Korbafo pada pukul 13.55 WITA untuk observasi selama 45 menit.
“Setelah dinyatakan sehat, pukul 15.00 WITA korban kami serahkan kepada pihak keluarga,” tambahnya.
Terkait motif, IPDA Rolli mengungkapkan berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami gangguan kesehatan mental, lima tahun lalu korban pernah mengalami rasa takut berlebihan dan sulit berkomunikasi dan dalam empat hari terakhir sejak 20 Oktober 2026, korban juga dilaporkan tidak bisa tidur sama sekali.
Pihak Polsek Pantai Baru saat ini masih melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan keluarga serta tenaga medis untuk penanganan lebih lanjut.
Penulis : Roman Malelak