Rote Ndao, NTT
DPD Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Rote Ndao sedang menyelesaikan persiapan perlombaan grasstrack yang akan digelar pada 13‑15 November 2026.
Ajang ini tidak hanya disiapkan sebagai ruang persaingan pembalap, tetapi juga menjadi salah satu peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah setempat.
Ketua Panitia Jacson M. Mansula menuturkan bahwa panitia telah menyiapkan sirkuit sepanjang sekitar 1,03 km bersama berbagai fasilitas pendukung, mulai dari area paddock tim pembalap, zona UMKM, sekretariat, tenda konferensi pers, panggung kegiatan, hingga fasilitas kamar mandi.
Persiapan kali ini difokuskan pada kelengkapan fasilitas dan kesiapan arena untuk menjamin kenyamanan seluruh pihak.
“Kami belajar dari acara sebelumnya. Kali ini kami benar‑benar fokus memperbaiki hal‑hal yang kurang, agar pembalap, tim, dan penonton bisa merasa nyaman selama kegiatan berlangsung,” ujar Jacson.
Dalam proses pengesahan sirkuit, panitia mendapat dukungan dari pihak provinsi yaitu Yonex Manopo. Meskipun demikian, kelayakan lintasan masih harus melewati asesmen resmi Polda pada 1 November 2026. Secara administratif, permohonan perizinan telah diajukan kepada Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) dan Direktorat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda NTT, sementara Polres Rote Ndao turut memberikan rekomendasi dan dukungan pengamanan.
Lomba dibuka secara terbuka bagi pembalap dari berbagai wilayah, termasuk pembalap nasional. Hingga saat ini, tujuh kabupaten atau kota telah menyatakan kesiapan berpartisipasi melalui koordinasi dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) daerah, meskipun daftar nama pembalap nasional yang akan turun masih menunggu konfirmasi.
Pendaftaran peserta resmi dibuka pada 1 November 2026. Panitia memperkirakan lonjakan pendaftaran akan terjadi menjelang batas akhir, karena sebagian besar calon peserta berasal dari luar wilayah Rote Ndao. Sebanyak 16 kelas lomba telah ditetapkan, di antaranya kelas bebek 2‑tak dan kelas sport. Selain hadiah utama dan door prize, panitia juga menyiapkan penghargaan paddock terbaik untuk menghargai kerapian tim‑tim peserta.
Salah satu bagian yang ditekankan panitia adalah keberadaan zona UMKM. Dengan datangnya pengunjung dari berbagai daerah, pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkenalkan dan menjual produk‑produk mereka.
“Kami ingin acara ini bukan hanya tentang balap. Ketika banyak orang datang ke Rote Ndao, pelaku usaha lokal juga mendapat ruang untuk tumbuh,” kata Jacson.
Panitia berharap kegiatan berjalan lancar, mendorong perkembangan olahraga balap motor di wilayah tersebut, menggerakkan roda ekonomi lokal, serta membuka pandangan masyarakat luas terhadap potensi Kabupaten Rote Ndao.