Soal Kepsek Tampar Siswa, Orangtua : Kami Maafkan tapi Copot dan Pindahkan dari Medi

Rote Ndao, NTT

Setelah pemberitaan terkait aksi premanisme kepala sekolah SMP Negeri Satu Atap Medi viral di berbagai platform media, kepala Sekolah SMPN Satap Medi, Fernandes Weni, mendatangi salah satu korban, pada Kamis (11/12/ 2025) pagi.

Kepada orangtua korban, Kepsek menjelaskan bahwa dia menampar sejumlah siswa karena salah kostum.

“Biasanya di kami itu hari rabu pakai batik tapi anak ini pakai seragam Biru – Putih,” jelas Fernandes Weni.

“Saya panggil dan saya tampar, tapi tampar pakai 3 jari saja,”imbuhnya.

Setelah mengakui perbuatannya dan meminta maaf, keluarga korban memberi maaf dan tidak melanjutkan persoalan ke ranah hukum.

Ibu korban merasa sangat kecewa setelah mendengar alasan anaknya ditampar hanya karena salah kostum.

“Seandainya anak saya di kelas bandel dan susah diatur atau melawan guru saat jam pelajaran atau merokok maka silahkan dibina. Ditampar pun tidak masalah, tapi ini sangat disayangkan, hanya karena salah kostum,” ujar Yanti, ibu korban dengan nada kesal.

“Anak saya sakit sehingga senin selasa tidak masuk sekolah. Rabu masuk sekolah itu kondisinya belum stabil, malah ditampar dan saat pulang sekolah dia sakit lagi. Siapa yang tidak marah anaknya dibua begitu,” imbuhnya.

Dia mengatakan, setelah didatangi Kepsek dan meminta maaf, amarahnya mulai turun, namun pihaknya tidak serta merta memberi maaf.

“Ada beberapa permintaan saya kepada kepala dinas dan bupati, yang pertama, orang ini (kepsek) tidak layak jadi pemimpin di lembaga pendidikan, kedua, pindahkan dari SMP satap Medi karena anak saya trauma lihat orang ini,” tegasnya.

Dia meminta agar kepala dinas pendidikan, pemuda dan olahraga tidak menggunakan kata maaf dari keluarga korban sebagai tameng untuk melindungi kepala sekolah yang sudah meresahkan itu.

“Ini bukan baru pertama, sudah beberapa kali tapi orang tua tidak berani bicara,” pungkasnya.

Penulis : Roman Malelak

Bagikan: