Rote Ndao, NTT
Sentra Efata Kupang, Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial, kembali menyalurkan bantuan ATENSI senilai Rp375 juta bagi 179 penerima manfaat di Kabupaten Rote Ndao. Penyaluran ini merupakan gelombang kedua, setelah bantuan khusus bagi para lansia yang disalurkan pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional, Mei lalu.
Pada penyaluran kali ini, 92 penerima mendapat bantuan pemenuhan kebutuhan dasar dan nutrisi, sementara 87 lainnya menerima alat bantu disabilitas berupa kursi roda, tongkat, walker, dan peralatan pendukung lainnya. Kegiatan simulasi penerimaan bantuan berlangsung pada Senin, 22 September 2026.
Nur Shabrina Umar, Analis SDM Aparatur Ahli Muda Sentra Efata Kupang, menjelaskan Sentra Efata berfokus pada layanan rehabilitasi sosial, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar, aksesibilitas, dan pendampingan sosial. Penentuan penerima merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga 5.
“Kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Rote Ndao untuk memutakhirkan data masyarakat yang membutuhkan bantuan,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Klaster sasaran meliputi lanjut usia, anak, kelompok rentan, dan penyandang disabilitas. Bantuan juga menyasar dua panti asuhan di Rote Ndao berbasis Lembaga Kesejahteraan Sosial.
“Untuk tahun depan, jika ada data yang sesuai, kami akan kembali turun memberikan bantuan,” tambahnya.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Rote Ndao, Arison Tomasui, menyambut baik penyaluran tersebut dan menilai nilainya sangat besar bagi masyarakat.
“Bantuan ini menyentuh langsung kaum lansia, difabel, anak-anak terlantar, dan fakir miskin — sesuai motto kami: ‘menyentuh yang tidak tersentuh’,” tegas Arison.
Ia mengakui belum seluruh penyandang disabilitas terjangkau, namun seluruh data penerima sudah tersusun dan penjangkauan akan dilakukan secara bertahap. Dinas Sosial juga tengah mengupayakan bantuan pemberdayaan dari Kementerian Sosial, dengan harapan dapat terealisasi pada awal 2027.
“Rote Ndao sangat bergantung pada dukungan pemerintah pusat. Oleh karena itu, validitas data menjadi kunci utama agar bantuan dapat terus mengalir,” ujarnya.
Ia berharap adanya kolaborasi lintas sektor, terutama Camat dan Kepala Desa, untuk bersama-sama mengidentifikasi warga yang layak menerima bantuan, sehingga asesmen dan pengiriman data ke pemerintah pusat dapat berjalan lebih akurat dan tepat sasaran.
Penulis : Roman Malelak