Rote Ndao, NTT
Di tengah ketatnya efisiensi anggaran hingga ratusan miliar, Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao justru mendapat angin segar dari Pemerintah Pusat. Bersama tiga kabupaten lainnya di NTT, Rote Ndao resmi mengantongi dana bencana sebesar Rp 7,5 miliar dari BNPB.
Kepastian itu terkunci setelah penandatanganan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Berita Acara (BA) dilakukan di Novotel, Jakarta pada Kamis (5/11/26).
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Upaya lobi yang dibangun sejak tahun 2025 akhirnya membuahkan hasil nyata untuk masyarakat Rote Ndao.
“Puji Tuhan, hari ini bersama tiga kabupaten lainnya di NTT, Rote Ndao dapat dana bencana 7,5 M dari BNPB. Penandatanganan RKA dan BA hari ini, telah memastikan bahwa bulan Desember nanti dana akan dicairkan Pempus,” kata Bupati Paulus Henuk penuh syukur.
Bupati menjelaskan, dana Rp 7,5 miliar itu akan difokuskan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bendungan, embung, dan saluran irigasi yang rusak akibat bencana.
“Dana ini akan dipakai untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Bendungan, Embung dan Saluran / Irigasi. Kita patut bersyukur di tengah efisiensi anggaran ratusan miliar, upaya kita melobi anggaran dari BNPB tahun lalu, akhirnya membuahkan hasil,” tegasnya.
Bagi masyarakat Rote Ndao, khususnya petani, kabar ini menjadi harapan baru. Bendungan dan irigasi yang pulih berarti sawah kembali terairi, panen kembali terjamin, dan ekonomi rakyat kembali bergerak.
Penulis : Roman Malelak